GUW0GUzoGSOpGSr0TUz9GfY0Gi==

Headline:

Pengertian Dongeng dan Mendongeng

Pengertian Dongeng dan Mendongeng

Dongeng merupakan salah satu bentuk karya sastra yang telah berkembang sejak dahulu dan menjadi bagian dari tradisi lisan masyarakat Indonesia. Cerita dongeng diwariskan secara turun-temurun dari satu generasi ke generasi berikutnya. Selain berfungsi sebagai hiburan, dongeng juga memiliki peran penting dalam memberikan pembelajaran, menyampaikan nasihat, serta menanamkan nilai-nilai moral kepada anak.

Pengertian Dongeng

Secara umum, dongeng adalah karya sastra lama yang berkembang sebagai tradisi lisan dan menceritakan suatu kejadian luar biasa yang dipenuhi unsur khayalan. Dongeng biasanya bersifat fiksi dan tidak benar-benar terjadi. Cerita semacam ini sering digunakan sebagai cerita pengantar tidur bagi anak-anak.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), dongeng adalah cerita yang tidak benar-benar terjadi, terutama mengenai kejadian pada zaman dahulu yang bersifat aneh atau tidak biasa.

Sementara itu, Danandjaja (1994) mengungkapkan bahwa dongeng merupakan cerita rakyat yang dianggap tidak benar-benar terjadi oleh pemilik atau penuturnya. Dongeng tidak terikat oleh tempat maupun waktu tertentu karena salah satu fungsi utamanya adalah memberikan hiburan kepada pendengarnya.

Menurut Rukiyah (2018), dongeng merupakan bagian dari kekayaan cerita bangsa Indonesia yang perlu dilestarikan. Dongeng tidak hanya dapat menjadi hiburan, tetapi juga sarana pembelajaran karena di dalamnya terdapat gambaran tentang kebenaran, ajaran moral, serta berbagai bentuk sindiran. Dongeng juga memuat harapan, keinginan, dan nasihat yang dapat disampaikan secara tersirat maupun tersurat.

Promedya Ananta Toer menyebut dongeng sebagai salah satu medium terindah dalam tradisi lisan Nusantara (Rakhman, dkk., 2021). Pandangan tersebut menunjukkan bahwa dongeng memiliki nilai budaya yang penting karena menjadi salah satu cara masyarakat menyampaikan cerita, pengalaman, pandangan hidup, dan nilai-nilai kehidupan dari generasi ke generasi.

Pendapat lain disampaikan oleh Dudung (2015) yang menyatakan bahwa dongeng merupakan bentuk sastra lama yang bercerita mengenai kejadian luar biasa, penuh khayalan atau fiksi, dan tidak benar-benar terjadi. Kamisa dalam Rosidah dan Rusminati (2017) juga menjelaskan bahwa dongeng merupakan cerita yang dapat dituturkan secara lisan maupun dituliskan, bersifat menghibur, dan umumnya tidak benar-benar terjadi dalam kehidupan nyata.

Berdasarkan berbagai pendapat tersebut, dapat disimpulkan bahwa dongeng adalah cerita tradisional yang diwariskan secara turun-temurun, mengandung unsur khayalan atau fiksi, serta bertujuan menghibur sekaligus menyampaikan pesan dan nilai-nilai kehidupan.

Ciri-Ciri Dongeng

Dongeng memiliki beberapa ciri yang membedakannya dari jenis cerita lainnya. Beberapa ciri tersebut antara lain:

  1. Bersifat fiksi, yaitu ceritanya tidak benar-benar terjadi dalam kehidupan nyata.

  2. Mengandung unsur khayalan, seperti tokoh hewan yang dapat berbicara, benda yang memiliki kekuatan tertentu, atau kejadian ajaib.

  3. Dituturkan secara turun-temurun, terutama sebagai bagian dari tradisi lisan.

  4. Menghibur pembaca atau pendengar, sehingga dongeng biasanya menggunakan alur cerita yang menarik.

  5. Mengandung pesan moral, seperti kejujuran, keberanian, tanggung jawab, kerja keras, dan kasih sayang.

  6. Memiliki tokoh dan alur sederhana, sehingga mudah dipahami oleh anak-anak.

  7. Tidak terikat tempat dan waktu tertentu, terutama pada dongeng-dongeng tradisional.

Manfaat Dongeng bagi Anak

Dongeng bukan sekadar cerita untuk menghibur. Jika disampaikan dengan cara yang tepat, dongeng dapat memberikan berbagai manfaat bagi perkembangan anak.

1. Mengembangkan Imajinasi

Cerita yang mengandung tokoh dan kejadian luar biasa dapat mendorong anak untuk membayangkan berbagai hal. Imajinasi tersebut dapat membantu mengembangkan kreativitas anak.

2. Menanamkan Nilai Moral

Dongeng sering menghadirkan tokoh yang menunjukkan perilaku baik dan buruk. Melalui cerita tersebut, anak dapat belajar mengenai nilai-nilai seperti kejujuran, tanggung jawab, keberanian, kerja sama, dan kepedulian terhadap sesama.

3. Meningkatkan Kemampuan Berbahasa

Mendengarkan dongeng dapat memperkaya kosakata anak. Anak juga dapat belajar menyusun kalimat, memahami alur cerita, serta mengungkapkan kembali isi cerita menggunakan bahasanya sendiri.

4. Menumbuhkan Minat Membaca

Dongeng yang menarik dapat menjadi pintu masuk untuk menumbuhkan ketertarikan anak terhadap buku dan kegiatan membaca.

5. Mengenalkan Budaya

Dongeng tradisional dari berbagai daerah dapat memperkenalkan anak kepada budaya, kebiasaan, tokoh, dan nilai-nilai kehidupan masyarakat Indonesia.

Pengertian Mendongeng

Jika dongeng merupakan cerita, maka mendongeng adalah kegiatan menyampaikan atau menceritakan suatu cerita kepada orang lain, terutama secara lisan.

Mendongeng merupakan salah satu tradisi yang telah lama dimiliki masyarakat Indonesia. Sejak zaman dahulu, berbagai cerita disampaikan secara lisan oleh orang tua, guru, atau anggota masyarakat kepada anak-anak dan generasi berikutnya.

Mendongeng merupakan kegiatan bercerita secara lisan dengan cara yang menyenangkan. Kegiatan ini dapat digunakan untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan sekaligus membantu membangun karakter. Menurut Lahay, Saragih, dan Sitohang (2020) serta Sueca, Artajaya, dan Janawati (2022), kegiatan mendongeng dapat dilakukan dengan menggunakan alat peraga maupun tanpa alat peraga.

Cara Mendongeng

Secara umum, mendongeng dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu:

1. Mendongeng dengan Alat Peraga

Mendongeng dengan alat peraga dilakukan dengan menggunakan benda atau media tertentu untuk membantu memperjelas cerita. Alat peraga dapat berupa gambar tokoh, boneka tangan, wayang, kartu bergambar, buku cerita, atau benda lain yang sesuai dengan isi dongeng.

Penggunaan alat peraga dapat membuat kegiatan mendongeng menjadi lebih menarik dan membantu anak memahami karakter serta alur cerita.

2. Mendongeng Tanpa Alat Peraga

Mendongeng tanpa alat peraga dilakukan dengan mengandalkan kemampuan pencerita dalam menggunakan suara, ekspresi wajah, gerakan tubuh, dan intonasi. Pendongeng perlu mampu menghidupkan karakter setiap tokoh agar cerita tetap menarik meskipun tidak menggunakan media tambahan.

Mendongeng sebagai Media Pembelajaran

Dalam dunia pendidikan, mendongeng dapat dimanfaatkan sebagai salah satu media pembelajaran yang menyenangkan. Guru dapat menggunakan dongeng untuk menyampaikan materi sekaligus menanamkan karakter kepada peserta didik.

Melalui dongeng, pembelajaran dapat berlangsung secara lebih kontekstual karena siswa tidak hanya menerima penjelasan, tetapi juga mengikuti alur cerita dan menemukan pesan yang terkandung di dalamnya. Setelah dongeng selesai, guru dapat mengajak siswa berdiskusi mengenai tokoh, latar, alur, konflik, serta pesan moral yang terdapat dalam cerita.

Kegiatan tersebut juga dapat dikembangkan menjadi aktivitas lain, seperti menceritakan kembali dongeng, membuat gambar berdasarkan cerita, bermain peran, menulis akhir cerita yang berbeda, atau membuat dongeng sederhana secara berkelompok.

Kesimpulan

Dongeng merupakan cerita tradisional yang diwariskan secara turun-temurun dan umumnya mengandung unsur khayalan atau kejadian yang tidak benar-benar terjadi. Meskipun bersifat fiksi, dongeng memiliki banyak manfaat karena dapat menjadi sarana hiburan sekaligus menyampaikan nilai moral, nasihat, pengetahuan, dan budaya.

Sementara itu, mendongeng adalah kegiatan menyampaikan cerita secara lisan dengan cara yang menarik dan menyenangkan. Mendongeng dapat dilakukan dengan alat peraga maupun tanpa alat peraga. Dalam pembelajaran, kegiatan mendongeng dapat membantu mengembangkan imajinasi, kemampuan berbahasa, kreativitas, serta karakter peserta didik.

Oleh karena itu, dongeng dan kegiatan mendongeng perlu terus dilestarikan, khususnya dalam lingkungan keluarga dan sekolah. Melalui dongeng, generasi muda tidak hanya mendapatkan hiburan, tetapi juga belajar memahami nilai-nilai kehidupan dengan cara yang sederhana, menyenangkan, dan bermakna.

Table of contents

0Comments

Form
Link copied successfully