GUW0GUzoGSOpGSr0TUz9GfY0Gi==

Headline:

Pathet dalam Karawitan Jawa: Pengertian, Fungsi, dan Jenis-Jenisnya


Pathet dalam Karawitan Jawa: Pengertian, Fungsi, dan Jenis-Jenisnya

Pendahuluan

Dalam seni karawitan Jawa, pathet merupakan salah satu unsur penting yang berkaitan dengan wilayah nada, rasa musikal, suasana, dan karakter sebuah sajian. Pathet memiliki pengertian yang cukup luas karena penerapannya dapat ditemukan dalam berbagai bentuk seni tradisional Jawa, seperti karawitan, tembang, wayang, dan tari.

Pathet tidak hanya berkaitan dengan nada yang digunakan, tetapi juga membantu membangun rasa dalam sebuah sajian seni. Oleh karena itu, pemahaman mengenai pathet sangat penting, khususnya bagi seseorang yang mempelajari tembang macapat dan karawitan Jawa.

Pengertian Pathet

Pengertian pathet dalam karawitan sangat luas dan dapat dibahas dari berbagai sudut pandang. Setiap bentuk kesenian dapat memiliki pemahaman pathet yang berbeda sesuai dengan kebutuhan dan fungsinya.

Dalam pembahasan tembang macapat, pathet dapat dipahami sebagai wilayah nada yang menjadi dasar munculnya rasa seleh.

Rasa seleh merupakan rasa berhentinya suatu kalimat lagu. Berhentinya lagu tersebut dapat berupa:

  • Seleh sementara, yaitu berhenti sejenak sebelum lagu dilanjutkan.

  • Seleh akhir, yaitu berhenti yang menandakan bahwa suatu kalimat atau keseluruhan tembang telah selesai.

Dengan demikian, pathet sangat berhubungan dengan bagaimana sebuah lagu dibawakan dan diakhiri sehingga menghasilkan rasa musikal tertentu.

Pathet dalam Tembang

Dalam penyajian tembang, pathet memiliki peranan yang sangat penting. Pathet dapat digunakan untuk menggambarkan karakter, suasana, dan rasa yang ingin disampaikan melalui tembang.

Setiap pathet memiliki watak dan suasana yang berbeda. Oleh karena itu, pemilihan pathet harus disesuaikan dengan karakter tembang yang akan disajikan.

Seorang penembang yang memahami garap akan mempertimbangkan penggunaan pathet agar sajian tembang dapat terdengar lebih sesuai dengan maksud dan suasana yang ingin dibangun.

Misalnya, sebuah tembang yang memiliki karakter lembut dan penuh perenungan tentu membutuhkan penggarapan yang berbeda dengan tembang yang memiliki karakter tegas, bersemangat, atau penuh kegembiraan.

Fungsi Pathet dalam Penyajian Tembang

Pathet mempunyai beberapa fungsi penting dalam penyajian tembang, antara lain:

1. Menentukan Wilayah Nada

Pathet membantu menentukan wilayah nada yang digunakan dalam menyajikan sebuah tembang. Dengan wilayah nada yang tepat, penembang dapat menyajikan lagu sesuai dengan karakter musikalnya.

2. Membentuk Rasa Seleh

Pathet berkaitan erat dengan rasa seleh. Penempatan seleh yang tepat membuat kalimat lagu terdengar selesai, meskipun terkadang hanya berhenti sementara.

3. Membangun Suasana

Penggunaan pathet dapat membantu membangun suasana tertentu dalam sebuah sajian tembang. Hal ini menjadikan tembang tidak hanya terdengar sebagai rangkaian nada, tetapi juga mampu menyampaikan suasana dan perasaan.

4. Memperkuat Karakter Tembang

Setiap tembang memiliki karakter tertentu. Pemilihan pathet yang sesuai dapat memperkuat karakter tersebut sehingga pesan dan ekspresi yang terkandung dalam tembang dapat tersampaikan dengan lebih baik.

5. Mendukung Ekspresi Penembang

Pemahaman terhadap pathet sangat membantu penembang dalam menentukan cara menyajikan lagu. Penembang dapat mengatur tekanan, arah lagu, serta rasa seleh sesuai dengan pathet yang digunakan.

Pathet dalam Berbagai Seni Pertunjukan

Pengertian dan fungsi pathet dapat berbeda sesuai dengan bentuk kesenian yang menggunakannya.

Pathet dalam Seni Pertunjukan Wayang

Dalam seni pertunjukan wayang, pathet berkaitan dengan pembagian waktu atau tahapan pertunjukan. Pergantian pathet menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan pertunjukan wayang dari awal hingga akhir.

Pathet dalam Seni Pertunjukan Tari

Dalam seni tari, pathet lebih berkaitan dengan suasana atau karakter yang ingin dibangun dalam sebuah sajian. Penggunaan pathet dapat membantu menciptakan suasana yang sesuai dengan gerak dan karakter tari.

Pathet dalam Tembang

Dalam penyajian tembang, pathet berfungsi untuk membantu menggambarkan karakter, suasana, dan rasa yang ingin disampaikan. Oleh karena itu, pathet menjadi bagian penting dalam penggarapan tembang.

Pathet dalam Laras Gamelan

Pathet dalam karawitan juga berkaitan dengan laras gamelan. Secara umum, pathet dikelompokkan berdasarkan dua laras utama, yaitu laras slendro dan laras pelog.

A. Pathet pada Laras Slendro

Dalam laras slendro terdapat tiga pathet utama, yaitu:

  1. Pathet Nem

  2. Pathet Sanga

  3. Pathet Manyura

Ketiga pathet tersebut memiliki wilayah nada, rasa, dan karakter musikal yang berbeda.

1. Pathet Nem

Pathet nem merupakan salah satu pathet dalam laras slendro. Pathet ini memiliki wilayah nada dan rasa seleh tertentu yang membedakannya dari pathet sanga dan manyura.

2. Pathet Sanga

Pathet sanga merupakan pathet kedua dalam kelompok pathet laras slendro. Pathet ini memiliki karakter musikal tersendiri dan digunakan dalam penggarapan berbagai gendhing maupun sajian tembang.

3. Pathet Manyura

Pathet manyura merupakan salah satu pathet dalam laras slendro. Pathet ini mempunyai wilayah nada dan rasa seleh yang khas sehingga menghasilkan karakter musikal yang berbeda dari pathet nem dan pathet sanga.

B. Pathet pada Laras Pelog

Dalam laras pelog terdapat tiga pathet utama, yaitu:

  1. Pathet Lima

  2. Pathet Nem

  3. Pathet Barang

Ketiganya memiliki wilayah nada dan karakter rasa yang berbeda.

1. Pathet Lima

Pathet lima merupakan salah satu pathet dalam laras pelog. Pathet ini memiliki karakter dan wilayah nada tersendiri dalam penggarapan karawitan.

2. Pathet Nem

Pathet nem juga terdapat dalam laras pelog. Meskipun memiliki nama yang sama dengan salah satu pathet pada laras slendro, penggunaannya berada dalam sistem laras yang berbeda sehingga karakter musikalnya juga tidak dapat disamakan begitu saja.

3. Pathet Barang

Pathet barang merupakan salah satu pathet utama dalam laras pelog. Pathet ini memiliki wilayah nada serta rasa musikal tersendiri yang digunakan dalam berbagai sajian karawitan.

Tabel Pathet dalam Karawitan

Untuk memudahkan pemahaman, pembagian pathet berdasarkan laras dapat dilihat pada tabel berikut.

LarasPathet
SlendroPathet Nem
Pathet Sanga
Pathet Manyura
PelogPathet Lima
Pathet Nem
Pathet Barang

Dari tabel tersebut dapat diketahui bahwa masing-masing laras memiliki tiga pathet utama.

Hubungan Laras dan Pathet

Laras dan pathet merupakan dua unsur yang saling berkaitan dalam karawitan. Laras berkaitan dengan sistem atau susunan nada, sedangkan pathet berkaitan dengan wilayah nada serta rasa seleh yang digunakan dalam penggarapan musikal.

Perbedaan laras dan pathet menghasilkan kekayaan rasa dalam seni karawitan. Oleh karena itu, seorang pengrawit maupun penembang perlu memahami hubungan keduanya agar dapat menghasilkan sajian yang sesuai dengan karakter gendhing atau tembang.

Pentingnya Memahami Pathet dalam Tembang Macapat

Bagi seseorang yang mempelajari tembang macapat, memahami pathet merupakan bagian penting dalam proses pembelajaran. Tembang tidak cukup hanya dinyanyikan berdasarkan teks dan melodi, tetapi juga perlu memperhatikan rasa, karakter, serta penempatan seleh.

Pemahaman pathet membantu penembang untuk:

  • menentukan wilayah nada yang sesuai;

  • memahami rasa seleh;

  • membangun karakter tembang;

  • menciptakan suasana yang sesuai;

  • meningkatkan kualitas ekspresi;

  • menyampaikan makna tembang dengan lebih baik.

Dengan demikian, pathet bukan sekadar aturan musikal, tetapi merupakan bagian dari garap yang membantu menghasilkan sajian tembang yang memiliki rasa dan karakter.

Kesimpulan

Pathet merupakan salah satu unsur penting dalam seni karawitan Jawa. Dalam tembang, pathet dapat dipahami sebagai wilayah nada yang menjadi dasar munculnya rasa seleh, yaitu rasa berhentinya suatu kalimat lagu, baik berhenti sementara maupun berhenti sebagai tanda selesainya tembang.

Pathet juga memiliki fungsi untuk menggambarkan karakter, suasana, dan rasa yang ingin disampaikan melalui tembang. Karena setiap pathet memiliki watak dan suasana yang berbeda, penyesuaian pathet menjadi bagian penting dalam penggarapan sebuah sajian.

Dalam laras slendro terdapat Pathet Nem, Pathet Sanga, dan Pathet Manyura, sedangkan dalam laras pelog terdapat Pathet Lima, Pathet Nem, dan Pathet Barang.

Pemahaman mengenai pathet, laras, rasa seleh, dan garap akan membantu peserta didik maupun pengrawit dalam menyajikan tembang dan karawitan secara lebih tepat, indah, dan ekspresif. Dengan mempelajari unsur-unsur tersebut, generasi muda turut memahami sekaligus melestarikan kekayaan seni dan budaya Jawa.

Table of contents

0Comments

Form
Link copied successfully