Materi Utama MPLS 2026: Bekal Membentuk Murid Indonesia Hebat, Berkarakter, dan Berprestasi
Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) merupakan kegiatan awal yang sangat penting bagi peserta didik dalam memasuki lingkungan sekolah baru. Pada tahun 2026, MPLS mengusung semangat “MPLS Ramah, Sekolah Nyaman, Murid Berkarakter” dengan fokus pada pembentukan karakter peserta didik melalui empat materi utama yang saling melengkapi.
Keempat materi tersebut dirancang untuk menumbuhkan kebiasaan positif, meningkatkan kesiapan belajar, membangun etika bermedia sosial, serta menciptakan budaya sekolah yang ramah dan nyaman. Dengan memahami dan menerapkan materi-materi ini, peserta didik diharapkan tumbuh menjadi generasi Indonesia yang cerdas, berkarakter, berbudaya, dan mampu menghadapi tantangan masa depan.
1. Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat
Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat merupakan program pembiasaan yang bertujuan membentuk karakter peserta didik sejak dini. Melalui kebiasaan positif yang dilakukan secara konsisten setiap hari, anak-anak akan tumbuh menjadi pribadi yang sehat, disiplin, bertanggung jawab, dan berakhlak mulia.
Tujuh kebiasaan tersebut meliputi:
a. Bangun Pagi
Bangun pagi melatih kedisiplinan dan membantu anak memulai hari dengan lebih teratur. Anak yang terbiasa bangun pagi memiliki waktu yang cukup untuk mempersiapkan diri sebelum berangkat ke sekolah.
b. Beribadah
Melaksanakan ibadah sesuai agama dan kepercayaan masing-masing membantu membentuk karakter yang beriman, bertakwa, dan memiliki nilai moral yang baik.
c. Berolahraga
Olahraga secara rutin menjaga kesehatan tubuh, meningkatkan kebugaran, serta membantu anak lebih fokus dalam belajar.
d. Makan Sehat dan Bergizi
Mengonsumsi makanan bergizi seimbang sangat penting untuk mendukung pertumbuhan fisik dan perkembangan otak sehingga anak dapat belajar secara optimal.
e. Gemar Belajar
Membiasakan diri untuk belajar setiap hari akan menumbuhkan rasa ingin tahu, kreativitas, dan kemampuan berpikir kritis.
f. Bermasyarakat
Anak diajak untuk peduli terhadap lingkungan sekitar, menghargai orang lain, serta aktif dalam kegiatan sosial yang bermanfaat.
g. Tidur Cepat
Tidur yang cukup membantu menjaga kesehatan tubuh dan meningkatkan konsentrasi saat belajar di sekolah.
Melalui penerapan tujuh kebiasaan ini, peserta didik diharapkan memiliki karakter yang kuat, sehat jasmani dan rohani, serta siap menjadi generasi penerus bangsa yang unggul.
2. Pagi Ceria
Pagi Ceria merupakan kegiatan pembiasaan positif yang dilaksanakan pada pagi hari sebelum pembelajaran dimulai. Program ini bertujuan menciptakan suasana sekolah yang menyenangkan sekaligus menumbuhkan semangat belajar peserta didik.
Kegiatan Pagi Ceria biasanya meliputi:
a. Senam atau Aktivitas Fisik Ringan
Aktivitas fisik di pagi hari membantu meningkatkan kebugaran, melancarkan peredaran darah, dan membuat tubuh lebih siap mengikuti pembelajaran.
b. Menyanyikan Lagu Nasional dan Lagu Daerah
Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan rasa cinta tanah air, memperkuat identitas bangsa, dan menghargai keberagaman budaya Indonesia.
c. Doa Bersama
Berdoa sebelum memulai kegiatan belajar mengajarkan rasa syukur serta memohon kelancaran dalam menuntut ilmu.
d. Literasi Pagi
Membaca buku, cerita, atau informasi edukatif selama beberapa menit sebelum pelajaran dimulai dapat meningkatkan minat baca dan kemampuan literasi peserta didik.
e. Motivasi dan Penguatan Karakter
Guru memberikan pesan-pesan positif yang membangun semangat, kedisiplinan, dan rasa percaya diri siswa.
Manfaat Pagi Ceria antara lain:
Meningkatkan kesiapan belajar.
Menumbuhkan semangat dan keceriaan.
Mengurangi stres dan kecemasan.
Menciptakan suasana sekolah yang positif.
Mempererat hubungan antara guru dan peserta didik.
Dengan memulai hari secara positif, peserta didik akan lebih siap menerima pelajaran dan berinteraksi dengan lingkungan sekolah.
3. Sopan dan Santun Bermedia Sosial
Di era digital, media sosial telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, peserta didik perlu memahami cara menggunakan media sosial secara bijak, aman, dan bertanggung jawab.
Materi ini mengajarkan pentingnya etika digital agar peserta didik dapat memanfaatkan teknologi untuk hal-hal yang positif.
Prinsip Bermedia Sosial yang Baik
a. Berpikir Sebelum Mengunggah
Sebelum membagikan foto, video, atau tulisan, peserta didik perlu mempertimbangkan apakah informasi tersebut bermanfaat dan tidak merugikan orang lain.
b. Menggunakan Bahasa yang Santun
Hindari kata-kata kasar, penghinaan, atau ujaran kebencian saat berkomunikasi di dunia maya.
c. Menghormati Privasi Orang Lain
Tidak membagikan data pribadi atau foto orang lain tanpa izin.
d. Memeriksa Kebenaran Informasi
Biasakan melakukan pengecekan fakta sebelum menyebarkan informasi agar tidak ikut menyebarkan hoaks.
e. Menghindari Perundungan Siber (Cyberbullying)
Tidak mengejek, menghina, atau mempermalukan orang lain melalui media sosial.
f. Menggunakan Media Sosial untuk Hal Positif
Media sosial dapat dimanfaatkan untuk belajar, berbagi karya, mengembangkan kreativitas, dan memperluas wawasan.
Manfaat Bermedia Sosial Secara Bijak
Menambah pengetahuan.
Memperluas pertemanan.
Mengembangkan kreativitas.
Membangun citra diri yang positif.
Menjadi warga digital yang bertanggung jawab.
Dengan memahami etika bermedia sosial, peserta didik dapat memanfaatkan teknologi secara aman dan produktif.
4. Budaya Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun (5S)
Budaya 5S merupakan salah satu nilai penting yang perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di sekolah. Budaya ini bertujuan menciptakan lingkungan belajar yang nyaman, harmonis, dan penuh rasa saling menghargai.
Makna Budaya 5S
a. Senyum
Senyum mencerminkan keramahan dan sikap positif yang dapat membuat suasana menjadi lebih menyenangkan.
b. Salam
Memberikan salam menunjukkan penghormatan dan doa kepada orang lain.
c. Sapa
Menyapa teman, guru, maupun warga sekolah membantu mempererat hubungan sosial dan menumbuhkan rasa kebersamaan.
d. Sopan
Bersikap sopan berarti menghormati aturan, menghargai orang lain, dan bertindak sesuai norma yang berlaku.
e. Santun
Santun tercermin dalam tutur kata yang baik, perilaku yang menghargai orang lain, dan sikap rendah hati.
Manfaat Budaya 5S
Menciptakan lingkungan sekolah yang ramah.
Mengurangi konflik dan kesalahpahaman.
Menumbuhkan rasa saling menghormati.
Memperkuat karakter peserta didik.
Membangun budaya sekolah yang positif.
Budaya 5S bukan hanya diterapkan di sekolah, tetapi juga di rumah dan lingkungan masyarakat sehingga menjadi kebiasaan yang melekat dalam kehidupan sehari-hari.
Penutup
Empat Materi Utama MPLS 2026 merupakan fondasi penting dalam membentuk Murid Indonesia Hebat. Melalui Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, peserta didik dibiasakan menjalani pola hidup positif. Melalui Pagi Ceria, mereka memulai hari dengan semangat dan kesiapan belajar. Dengan Sopan dan Santun Bermedia Sosial, peserta didik belajar menjadi warga digital yang bijak dan bertanggung jawab. Sementara itu, Budaya 5S menanamkan nilai-nilai penghormatan, keramahan, dan kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari.
Apabila keempat materi ini diterapkan secara konsisten, peserta didik akan tumbuh menjadi generasi yang berkarakter, cerdas, berbudaya positif, serta siap menjadi pemimpin masa depan Indonesia yang unggul dan berdaya saing global.
Download Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026
Download Materi Utama MPS 2026
Download Administrasi MPLS Lengkap

0Comments